Selasa, 11 Maret 2008

Kanan

Tengah


Rata-rata sama dengan ditengah
Yang rata-rata lebih kecil ditengah
Yang rata-rata lebih besar ditengah
Yang rata rata sering muncul ditengah
Yang ditengah itu pasti rata–rata
Ada yang ditengah tapi bukan rata-rata
Ada yang rata-rata tapi bukan ditengah
Yang sering muncul itu rata-rata
Yang sering muncul itu ditengah
Rata-rata sering mucul
Rata-rata ditengah


dimana mana yang paling besar di posisi sebelah kanan

Fenomena Sosial

Membangun Hubungan

Dua variable bisa berhubungan
Hubungan positive
Huibungan negative

atau

putus hubungan

atau

hubungan netral

berani berimajinasi lagi

atau

kesamber petir

atau

kesamber geledek

berani berimajinasi lagi

ialah

Hubungan bisa menyelamatkan

selamat hanya karena anugerah

itu bukan imajinasi

memang kenyataan

semua manusia diselamatkan karena anugerah

karena hubungan pribadi dengan Tuhan

itupun karena hanya anugerah Tuhan

Kenapa keberadaan

Keberadaan Kenapa ada

Ada yang masuk
Ada yang keluar
Ada yang komitmen
Ada yang tidak komitmen
Ada yang ada
Ada yang tidak ada
Kenapa semua itu harus ada
Untuk menyatakan keberadaan yang ada
Untuk menyatakan ketidak adaan yang berada
Untuk menyatakan ada yang tidak berada
Karena untuk menyatakan ada tidak hanya terlihat oleh mata
Karena untuk menyatakan tidak ada hanya terlihat oleh mata
Apakah ada
Apakah tidak ada
Ada tidak ada tidak penting
Yang penting adalah yang tidak ada menjadi ada
Yang penting adalah yang ada menjadi tidak ada
Dimana ada
Kemana ada
Dimana tidak ada
Kemana tidak ada
Manakah ada
Kemanakah ada
Manakah tidak ada
Kemanakan tidak ada
Bolehkah kusebut ada adalah nol
Tidak bolehkah kusebut tidak ada adalah nol
Semuanya itu permainan kata kata
Ada kata kata
Tidak ada kata kata
Apa gunanya ada kata kata tapi tidak menunjukan yang ada
Apa gunanya tidak ada kata kata tapi menunjukkan yang ada
Adakah
Adalah
Ada ada aja
Ada tidak ada yang penting tidak ada
Ada tidak ada yang penting ada
Disini ada
Disana ada
Dimana mana ada
Untuk menunjukkan ...................


By chogan

Help me God

Tolong Aku Tuhan

Aku ingin bertobat Tuhan
Sakit sekali aku jatuh dalam Dosa
Kuulangi lagi
Kulakukan lagi
Berkali kali aku menyakiti hatiMu
Ampuni aku Tuhan

Jatuh lagi
Berulang kali
Aku jatuh
Engkau Tuhan tetap mengampuniku
Aku bersyukur
PengampunanMu tidak ada batasnya

Tolong aku
Supaya aku tidak berdosa
Tolong aku untuk tidak Jatuh
Karena aku manusia

Aku ciptaanMu
Aku percaya Tuhan menolongku
Tolonglah aku Tuhan
Aku ini rentan sekali
Seperti gelas aku pecah
Tapi Tuhan bisa membuat aku jadi gelas yang utuh lagi
Ijinkan aku Tuhan untuk engkau bentuk
Ijinkan aku Tuhan untuk engkau bentuk aku lagi
Ijinkan aku Tuhan untuk di satukan
menjadi gelas yang utuh kembali
gelas yang kau gunakan untuk menunjukkan kemulianMu
Terima kasih Tuhan

Selasa, 04 Maret 2008

TEMA NASKAH DRAMA

PERBUDAKAN

Ketika perbudakan masih diakui di Amerika Serikat, seorang pria melihat lelang budak yang sedang berlangsung di tengah jalan yang ramai. Pria itu berhenti sejenak untuk mengamati lelang budak tersebut. Dari ujung keramaian itu, sang pria melihat satu demi satu budak ditarik ke atas panggung, dengan tali terikat pada tangan dan kakinya, layaknya seekor binatang.
Dipertontonkan di tengah keramaian, para budak tersebut dilelang satu demi satu. Para calon pembeli ada kalanya memeriksa budak-budak tersebut, melihat otot-otot para budak pria, atau mencengkeram para budak wanita dengan sikap melecehkan.
Pria tersebut mencermati sekelompok budak yang sedang menunggu giliran mereka untuk dilelang. Ia tertegun sejenak saat melihat seorang wanita muda. Ketakutan yang amat sangat terpancar dari sinar mata wanita muda itu. Sang pria terlihat ragu-ragu sejenak, sebelum ia melangkah pergi. Sesaat kemudian, pelelang mengumumkan lelang untuk wanita muda tersebut. Saat pelelang membuka harga lelang untuk wanita muda itu, si pria meneriakkan harga lelang sebesar dua kali lipat. Sunyi sejenak, sebelum akhirnya pelelang mengatakan “Terjual pada pria tersebut!”
Sang pria maju ke depan di tengah keramaian, dan si pelelang memberikan wanita muda yang masih terikat dengan tali tersebut kepada pemiliknya yang baru. Sang pria menerima tali itu tanpa berkata apapun. Wanita muda itu tertunduk. Tiba-tiba dia mengangkat wajahnya dan meludah ke wajah sang pria tersebut. Dengan terdiam, sang pria mengambil sapu tangannya, dan menghapus ludah itu dari wajahnya. Ia tersenyum dengan lembut kepada wanita muda itu dan berkata, “Ikuti saya.”
Diikutinyalah pria itu dengan enggan. Di saat mereka telah tiba di ujung keramaian, sang pria menyelesaikan dokumen atas pembelian budak wanita tersebut. Ketika seorang budak dibebaskan, diperlukan sebuah dokumen resmi sesuai dengan hukum yang berlaku saat itu.
Sang pria membayar harga beli atas budak wanita itu dan menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan. Ketika transaksi itu telah selesai, ia melihat wanita muda itu dan memberikan dokumen-dokumen itu kepadanya. Dengan tertegun, wanita muda itu menatap sang pria dengan ketidakpastian. Matanya terbelalak, seolah-olah bertanya - apa yang sedang kau lakukan?
Meresponi pandangan bertanya-tanya dari wanita muda itu, sang pria itu berkata:
“Ini, ambillah dokumen-dokumen ini. Saya membelimu untuk membebaskamu. Selama kamu memiliki dokumen-dokumen ini, tidak akan pernah ada orang yang dapat menjadikanmu budak lagi. “
Dengan perlahan wanita ini berkata, “Anda membeli saya untuk membebaskan saya? Anda membeli saya untuk membebaskan saya?”
Saat ia mengulang-ulangi kata-kata itu, apa yang sedang terjadi menjadi semakin nyata bagi wanita muda ini.
“Anda membeli saya untuk membebaskan saya?”
Apakah itu sesuatu hal yang ketika seorang asing memberikan pembebasan dan ia tidak akan pernah lagi terikat untuk menjadi budak bagi orang lain?
Saat wanita muda ini mulai menyadari betapa pentingnya dokumen-dokumen yang sedang digenggamnya, dia tertunduk berlutut dan menangis di kaki pria tersebut.
Sambil mencucurkan air mata yang penuh dengan sukacita dan rasa syukur, wanita muda ini berkata”
“Anda membeli saya untuk membebaskan saya? … Saya akan melayani Anda selamanya…”