Beberapa waktu kemudian,
dalam musim menuai gandum,
pergilah S mengunjungi isterinya,
dengan membawa seekor anak kambing,
serta berkata:
"Aku mau ke kamar mendapatkan isteriku."
Tetapi
ayah perempuan itu tidak membiarkan dia masuk.
Kata ayah perempuan itu:
"Aku telah menyangka,
bahwa engkau benci sama sekali kepadanya,
sebab itu aku memberikannya kepada kawanmu.
bahwa engkau benci sama sekali kepadanya,
sebab itu aku memberikannya kepada kawanmu.
Bukankah adiknya lebih cantik dari padanya?
Baiklah kauambil itu bagimu sebagai gantinya."
Lalu kata S kepadanya:
"Sekali ini aku tidak bersalah terhadap orang F,
apabila aku mendatangkan celaka kepada mereka."
apabila aku mendatangkan celaka kepada mereka."
Maka pergilah S,
ditangkapnya tiga ratus anjing hutan,
diambilnya obor,
diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
ditangkapnya tiga ratus anjing hutan,
diambilnya obor,
diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang F,
sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun.
sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun.
Berkatalah orang F :
"Siapakah yang melakukan ini?"
Orang menjawab:
"S , menantu orang Timna itu,
sebab orang itu telah mengambil isteri S dan memberikannya kepada kawannya."
"Siapakah yang melakukan ini?"
Orang menjawab:
"S , menantu orang Timna itu,
sebab orang itu telah mengambil isteri S dan memberikannya kepada kawannya."
Kemudian pergilah orang F ke sana dan membakar perempuan itu beserta ayahnya.
Lalu berkatalah S kepada mereka:
"Jika kamu berbuat demikian,
sesungguhnya aku takkan berhenti sebelum aku membalaskannya kepada kamu."
Dan dengan pukulan yang hebat ia meremukkan tulang-tulang mereka.
sesungguhnya aku takkan berhenti sebelum aku membalaskannya kepada kamu."
Dan dengan pukulan yang hebat ia meremukkan tulang-tulang mereka.
Lalu pergilah ia dan tinggal dalam gua di bukit batu.
Lalu majulah orang F dan berkemah di daerah Itu serta memencar ke Tempat lain
Berkatalah orang-orang Dari Daerah S "Mengapa kamu maju menyerang kami?"
Lalu jawab mereka:
"Kami maju untuk mengikat S dan memperlakukan dia seperti dia memperlakukan kami."
Kemudian turunlah tiga ribu orang dari suku Daerah S ke gua di gunung batu dan berkata kepada S :
"Tidakkah kauketahui, bahwa orang F berkuasa dan menjajah atas kita?
Apakah juga yang telah kauperbuat terhadap kami?"
Tetapi
jawabnya kepada mereka:
"Seperti mereka memperlakukan aku,
demikianlah aku memperlakukan mereka."
demikianlah aku memperlakukan mereka."
Kata mereka kepadanya:
"Kami datang ke sini untuk mengikat dan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang F ."
Tetapi
jawab S kepada mereka:
"Bersumpahlah kepadaku,
bahwa kamu sendiri tidak akan menyerang aku."
bahwa kamu sendiri tidak akan menyerang aku."
Lalu kata mereka kepadanya:
"Tidak, kami hanya mau mengikat engkau dan menyerahkan engkau ke dalam tangan mereka,
"Tidak, kami hanya mau mengikat engkau dan menyerahkan engkau ke dalam tangan mereka,
tetapi
membunuh engkau kami tidak mau."
Maka mereka mengikat dia dengan dua tali baru dan membawa dia dari bukit batu itu.
Setelah ia sampai ke Daerah itu dan orang-orang F mendatangi dia dengan bersorak-sorak,
maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya.
maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya.
Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
Berkatalah S :
"Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar,
dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
Setelah berkata demikian,
dilemparnya tulang rahang itu dari tangan ya.
dilemparnya tulang rahang itu dari tangan ya.
Kemudian dinamailah tempat itu. Ketika ia sangat haus,
berserulah ia kepada TUHAN:
berserulah ia kepada TUHAN:
"Oleh tangan hamba-Mu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu,
masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang Jahat yang memperbudak dan menjajah!
masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang Jahat yang memperbudak dan menjajah!
Kemudian Allah membelah liang batu yang di Tempat itu,
dan keluarlah air dari situ.
Ia minum,
lalu menjadi kuat dan segar kembali.
Sebab itu dinamailah mata air itu Mata Air Penyeru,
yang sampai sekarang masih ada di Daerah itu.
Ia memerintah sebagai hakim atas orang Daerah S dalam zaman orang F , dua puluh tahun lamanya.
dan keluarlah air dari situ.
Ia minum,
lalu menjadi kuat dan segar kembali.
Sebab itu dinamailah mata air itu Mata Air Penyeru,
yang sampai sekarang masih ada di Daerah itu.
Ia memerintah sebagai hakim atas orang Daerah S dalam zaman orang F , dua puluh tahun lamanya.

