" cerita raja dan ahli mimpi "
"Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?"
Ahli mimpi menjawab,
katanya kepada raja:
katanya kepada raja:
"Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja,
tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana,
ahli jampi,
orang berilmu
atau ahli nujum.
tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana,
ahli jampi,
orang berilmu
atau ahli nujum.
Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang.
Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja,
timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari,
dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi.
timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari,
dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi.
Adapun aku,
kepadaku telah disingkapkan rahasia itu,
bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup,
tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja,
dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.
kepadaku telah disingkapkan rahasia itu,
bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup,
tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja,
dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.
Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan,
yakni sebuah patung yang amat besar!
Patung ini tinggi,
berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku,
dan tampak mendahsyatkan.
yakni sebuah patung yang amat besar!
Patung ini tinggi,
berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku,
dan tampak mendahsyatkan.
Adapun patung itu,
kepalanya dari emas tua,
dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
kepalanya dari emas tua,
dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia,
lalu menimpa patung itu,
tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu,
sehingga remuk.
lalu menimpa patung itu,
tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu,
sehingga remuk.
Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat,
tembaga,
perak dan emas itu,
dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas,
lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
tembaga,
perak dan emas itu,
dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas,
lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
Itulah mimpi tuanku raja

