" Cerita Pertempuran Raja A berperang melawan Raja B "
Raja B berkata kepada raja C: "Aku akan menyamar dan masuk pertempuran,
tetapi engkau,
pakailah pakaian kebesaranmu.
tetapi engkau,
pakailah pakaian kebesaranmu.
"Lalu menyamarlah raja B kemudian masuk ke pertempuran.
Adapun raja negeri A telah memberi perintah kepada para panglima pasukan keretanya,
tiga puluh dua orang banyaknya, demikian: "Janganlah kamu berperang melawan sembarang orang, melainkan melawan raja B saja."
tiga puluh dua orang banyaknya, demikian: "Janganlah kamu berperang melawan sembarang orang, melainkan melawan raja B saja."
Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat raja C mereka berkata: "Itu pasti raja B !"
Lalu majulah mereka untuk menyerang dia, tetapi raja C berteriak.
Lalu majulah mereka untuk menyerang dia, tetapi raja C berteriak.
Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat,
bahwa dia bukanlah raja B,
maka undurlah mereka dari padanya.
bahwa dia bukanlah raja B,
maka undurlah mereka dari padanya.
Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja dan mengenai raja B di antara sambungan baju zirahnya.
Kemudian raja B berkata kepada pengemudi keretanya:
"Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran,
sebab aku sudah luka."
"Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran,
sebab aku sudah luka."
Tetapi pertempuran itu bertambah seru pada hari itu, dan raja B tetap ditopang berdiri di dalam kereta berhadapan dengan orang raja A sampai raja B mati pada waktu petang.
Darahnya mengalir dari lukanya ke dalam palung kereta.
Kira-kira pada waktu matahari terbenam terdengarlah teriakan di sepanjang barisan tentara itu:
"Masing-masing ke kotanya, masing-masing ke negerinya! Raja sudah mati!"
"Masing-masing ke kotanya, masing-masing ke negerinya! Raja sudah mati!"
Maka pulanglah mereka ke Negeri raja B lalu mereka menguburkan raja B di Negerinya,
Ketika kereta itu dicuci di tepi telaga Negeri itu maka darah raja B dijilat anjing,
sedang perempuan-perempuan sundal mandi di tempat itu.
Ketika kereta itu dicuci di tepi telaga Negeri itu maka darah raja B dijilat anjing,
sedang perempuan-perempuan sundal mandi di tempat itu.

