Senin, 07 Desember 2015

" Mengendalikan & Dikendalikan "

" Mengendalikan & Dikendalikan "
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal;
barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya,
ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Kita mengenakan kekang pada mulut kuda,
sehingga ia menuruti kehendak kita,
dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Dan lihat saja kapal-kapal,
walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras,
namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Demikian juga lidah,
walaupun suatu anggota kecil dari tubuh,
namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.
Lihatlah,
betapapun kecilnya api,
ia dapat membakar hutan yang besar.
Lidahpun adalah api;
ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita,
sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

" Pengujian dan pencobaan "

" Pengujian dan pencobaan "
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan,
sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!"
Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat,
dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Tetapi
tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,
karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Allah segala terang;
pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi yang terutama dan pertama di antara semua ciptaan-Nya.

" Iman dan hikmat "

" Iman dan hikmat "
Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan,
apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 
sebab kamu tahu,
bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,
supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat,
hendaklah ia memintakannya kepada Allah,
yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Hendaklah ia memintanya dalam iman,
dan sama sekali jangan bimbang,
sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut,
yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Orang yang demikian janganlah mengira,
bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

" Penyelamat "

" Penyelamat "
Ya, TUHAN,
bukit batuku,
kubu pertahananku 
dan
penyelamatku,
Allahku,
gunung batuku,
tempat aku berlindung,
perisaiku,
tanduk keselamatanku,
kota bentengku,
tempat pelarianku,
juruselamatku;
Engkau menyelamatkan aku
dari kekerasan.

" Bait-Nya "

" Bait-Nya "
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN,
itulah yang kuingini:
diam di rumah TUHAN
seumur hidupku,
menyaksikan kemurahan TUHAN
dan
menikmati bait-Nya.

" Perlindungan "

" Perlindungan "
Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang,
sebab dari pada-Nyalah harapanku.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku,
kota bentengku,
aku tidak akan goyah.
Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku;
gunung batu kekuatanku,
tempat perlindunganku ialah Allah.
Percayalah kepada-Nya setiap waktu,
curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya;
Allah ialah tempat perlindungan kita.

" Hanya TUHANlah pemberi hujan"

" Hanya TUHANlah pemberi hujan"
Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi!
Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras,
dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat,
dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta,
dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa,
serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan.
Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.